Sabung Ayam

Cara Tepat Merawat Ayam Petarung Cara Tepat Merawat Ayam Petarung

Cara Tepat Merawat Ayam Petarung – Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Cara Tepat Merawat Ayam Petarung. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Cara Tepat Merawat Ayam Petarung

Dalam merawat ayam aduan yang juara juga sangar diperlukan yang namanya kesabaran dan ketelatenan dari sang pemilik ayam aduan itu sendiri. untuk menjadikan ayam aduan juara bertarung juga perlu dirawat secara rutin setiap harinya. dengan merawat ayam aduan yang kamu miliki secara rutin maka ayam aduan kamu akan memiliki otot dan stamina yang bagus juga.

Maka dari itu pada kesempatan kali ini saya akan memberikan kepada kamu semua tentang bagaimana cara merawat ayam aduan yang baik dan menjadikannya sebagai ayam juara bertarung didalam arena tarung ayam jago. untuk kamu yang menginginkan untuk memiliki ayam aduan yang juara bertarung, maka silahkan kamu simak ulasan yang kami berikan ini dengan baik baik.

Tips Merawat Ayam Bangkok Juara :
Melatih Stamina Ayam Aduan :
Yang pertama yang harus kamu lakukan untuk menciprkan ayam aduan juara bertarung yang paling penting dalam merawat ayam aduan yang juara mungkin yang paling penting dalam memelihara ayam muda paling dalam proses memberi pakan dan proses melatih kekuatan stamina ayam seperti menjemur ayam.

Baca Juga :Jenis Penyakit Ayam Petarung

Pakan Ayam Aduan :
Untuk meciptakan ayam aduan yang juara dapat kamu lakukan kedua kalinya adalah memberikan pakan ayam. dalam proses memberi pakan ayam, pakan untuk ayam yang super usahakan yang bisa membuat ayam kamu lebih cepat besar dan kekar. nah kalau di sini saya beri contoh pakan ayam yang mudah dan gampang di dapat saja, saya beri pakan ayam yaitu popan mengapa popan karena pakan ini sangat mudah di dapat dan dapat mempercepat pertumbuhan ayam anda selain itu juga dapat membantu proses nafsu makan ayam aduan. Cara Tepat Rawat Ayam Petarung

Vitamin :
Yang ketiga memberi vitamin yang baik untuk ayam aduan yang kamu miliki, kamu juga dapat memberikan ramuan jamu yang bisa kamu racik sendiri. nah kalau di sini saya memberi atau ngasih makanan yang bisa membuat ayam lebih kuat dan berstamina yaitu saya memberi makan seperti belut, telur ayam kuning nya saja yang di ambil, kalau buat ramuan cukup mudah paling madu di campur dengan telur ayam yang kuningnya saja. tapi kalau saya suka memberi vitamin dari makanan yang berbau bau anyir karena lebih bagus untuk stamia dan kekuatan ayam aduan kita. Cara Tepat Rawat Ayam Petarung

Memandikan Dan Menjemur Ayam :
selanjutnya memandikan dan menjemur ayam, tujuan yang paling utama adalah memandikan dan menjemur ayam setiap pagi ayam kamu mandikan dan jemur. proses penjemur terserah kamu tapi jangan terlalu lama juga karena kasihan ayam nya juga, tujuan tersebut untuk melatih kekuatan ayam anda agar stamina ayam kamu lebih kuat dan bertenaga saat bertanding melawan ayam aduan lawannya didalam arena / gelanggang tarung ayam jago.

Melatih Kekuatan :
Cara selanjutnya adalah melatih kekuatan ayam tarung dengan cara memandikan ayam dengan cara berenang, tujan tersebut melatih kekuatan kaki ayam supaya kuat dan kencang dalam memukul lawan tanpa pelatihan seperti ini ayam kamu akan dalam memukul jadi usahakan latihlah ayam kamu dengan cara cara di atas.

Latihan Lari :
Ayam bangkok aduan juga sesekali butuh berinteraksi dengan ayam ayam lainnya. oleh karena itu, setiap tiga (3) kali dalam seminggu berikan ayam babon atau ayam untulan untuk dikejar. biarkan ayam aduan tersebut tetap menjalani kodratnya sebagai ayam bangkok. jangan terlalu dikekang dalam kandang saja. Cara Tepat Rawat Ayam Petarung

Jenis Penyakit Ayam Petarung Jenis Penyakit Ayam Petarung

Jenis Penyakit Ayam Petarung Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Jenis Penyakit Ayam Petarung. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Jenis Penyakit Ayam Petarung

INFEKSI BAKTERI

Snot/Coryza
Disebabkan oleh bakteri Haemophillus gallinarum. Penyakit ini biasanya menyerang ayam akibat adanya perubahan musim. Perubahan musim biasanya mempengaruhi kesehatan ayam. Snot banyak ditemukan di daerah tropis. Penyakit ini menyerang semua ayam. Angka kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini mencapai 30% tetapi angka morbiditas atau angka kesakitannya mencapai hingga 80%. Snot bersifat kronis, biasanya berlangsung antara 1-3 bulan. Ayam betina berumur 18-23 minggu paling rentan terhadap penyakit ini. Namun menurut pengalaman kami, ayam berumur kurang dari 16 minggu mempunyai angka kematian yang cukup tinggi jika terkena penyakit ini. Sedangkan ayam yang sedang bertelur dapat disembuhkan tetapi produktivitas telur menurun hingga 25%. Penularan Snot dapat melalui kontak langsung, udara, debu, pakan, air minum, petugaskandang dan peralatan yang digunakan.

Dari berbagai referensi yang kami dapatkan gejala penyakit Snot pada ayam adalah sbb:

– ayam terlihat mengantuk, sayapnya turun

– keluar lendir dari hidung, kental berwarna kekuningan dan berbau khas

– muka dan mata bengkak akibat pembengkakan sinus infra orbital

– terdapat kerak dihidung

– napsu makan menurun sehingga tembolok kosong jika diraba

– ayam mengorok dan sukar bernapas

– pertumbuhan menjadi lambat.

Pengobatan Snot yang diberikan adalah preparat sulfat seperti sulfadimethoxine atau sulfathiazole, menurut beberapa penulis penyakit ini dapat diobati dengan antibiotika seperti Ultramycin, imequil atau corivit. Kami menggunakan preparat enrofloksacyn atau lebih dikenal dengan Enflox produksi SHS dan saat ini kami sedang mencoba menggantinya dengan preparat amphycillin dan colistin atau lebih dikenal dengan Amphyvitacol produksi Vaksindo. Seorang penulis menyebutkan pengobatan tradisional juga dilakukan dengan memberikan susu bubuk yang dicampur dengan air dan dibentuk sebesar kelereng sesuai dengan bukaan mulut ayam dan diberikan 3 kali sehari.

Sedangkan pengobatan tradisional yang kami lakukan adalah memberikan perasan tumbukan jahe, kunir, kencur dan lempuyang. Air perasan ini dicampurkan pada air minum. Sedangkan ampasnya kami campurkan pada sedikit pakan. Selain ramuan ini menghangatkan tubuh ayam, ramuan ini juga berkhasiat untuk menambah napsu makan ayam. Selain memberikan obat yang diberikan bersama dengan air minum, kami juga memberikan obat secara suntikan pada ayam yang sudah parah. Obat yang kami berikan adalah Sulfamix dengan dosis 0.4 cc/kg BB ayam. Hal lain yang perlu dilakukan karena penyakit ini mempunyai penularan yang sangat cepat dan luas, ayam yang terkena Snot harus sesegera mungkin dipisahkan dari kelompoknya.

Upaya pencegahan yang dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah memudahkan timbulnya penyakit ini.

Berak Kapuratau Pullorum
Berak kapur disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Berak kapur sering ditemukan pada anak ayam umur 1-10 hari.

Gejala yang timbul adalah :

– napsu makan menurun

– kotoran encer dan bercampur butiran-butiran putih seperti kapur

– bulu dubur melekat satu dengan yang lain

– jengger berwarna keabuan

– badan anak ayam menjadi menunduk

– sayap terkulai

– mata menutup

Penulis yang lain mengatakan gejala anak ayam yang terkena berak kapur selain gejala yang disebutkan di atas, anaka ayam akan terlihat pucat, lemah, kedinginan dan suka bergerombol mencari tempat yang hangat.

Berbeda dengan ayam dewasa, gejala berak kapur tidak nyata benar. Ayam dewasa yang terkena berak kapur akan mengalami penurunan produktivitas telur, depresi, anemia, kotoran encer dan berwarna kuning.

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga sanitasi mulai dari mesin penetasan hingga sanitasi kandang dan melakukan desinfeksi kandang dengan formaldehyde sebanyak 40%. Ayam yang terkena penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelompoknya, sedangkan ayam yang parah dimusnahkan.

Pengobatan Berak Kapur dilakukan dengan menyuntikkan antibiotik seperti furozolidon, coccilin, neo terramycin, tetra atau mycomas di dada ayam. Penulis lain menyebutkan pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfonamide.

Baca Juga :Dadu Casino SicBo Online Joker338

Berak Hijau
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti, demikian pula pengobatannya. Selama ini penyakit ini diduga disebabkan oleh bakteri sejenis Salmonella pullorum. Penularan berak hijau sangat mudah yaitu melalui kontak langsung termasuk saat jantan mengawini betina dan melalui pakan dan minuman yang terkontaminasi dengan ayam yang sakit. Pengaruh penyakit ini dapat sampai ke DOC keturunan induk yang sakit.

Gejala penyakit ini adalah:

– jengger berwarna biru

– mata lesu

– napsu makan menurun

– sekitar pantat terlihat memutih dan lengket.

Upaya pencegahan merupakan hal utama antara lain dengan menjaga sanitasi kandang, memisahkan antara ayam yang sakit memberikan pakan yang yang baik.

Jika ayam yang terinfeksi mengalami kematian, lebih baik ayam tersebut dibakar agar bakteri tersebut ikut mati dan tidak menular ke ayam yang lain.

Kolera
Penyebab penyakit ini adalah bakteri Pasteurella gallinarum atau Pasteurella multocida. Biasanya menyerang ayam pada usia 12 minggu. Penyakit ini menyerang ayam petelur dan pedaging. Serangan penyakit ini bisa bersifat akut atau kronis. Ayam yang terserang kolera akan mengalami penurunan produktivitas bahkan mati. Bakteri ini menyerang pernapasan dan pencernaan.

Kolera dapat ditularkan melalui kontak langsung, pakan, minuman, peralatan, manusia, tanah maupun hewan lain. Pada serangan akut, kematian dapat terjadi secara tiba-tiba.

Sedangkan pada serangan kronis didapatkan gejala sbb:

– napsu makan berkurang

– sesak napas

– mencret

– kotoran berwarna kuning, coklat atau hijau berlendir dan berbau busuk

– jengger dan pial bengkak serta kepala berwarna kebiruan

– ayam suka menggeleng-gelengkan kepala

– persendian kaki dan sayap bengkak disertai kelumpuhan

– lesi yang didapatkan pada unggas yang mengalami kematian pada kolera akut antara lain adalah :

+ perdarahan pintpoint pada membran mukosa dan serosa dan atau pada lemak abdominal

+ inflamasi pada 1/3 atas usus kecil

+ gambaran “parboiled” pada hati

+ pembesaran dan pembengkakan limpa

+ didapatkan material berbentuk cream atau solid pada persendian

Diagnosis secara tentative dapat didirikan atas riwayat unggas, gejala dan lesi postmortem. Sedangkan diagnosis definitive didapatkan pada isolasi dan identifikasi organisme ini.

Tindakan pencegahan sangat penting dilakukan antara lain dengan menjaga agar litter tetap kering, mengurangi kepadatan kandang, menjaga kebersihan peralatan kandang dan memberikan vitamin dan pakan yang cukup agar stamina ayam tetap terjaga.

Pengobatan kolera dapat dilakukan dengan menggunakan preparat sulfat atau antibiotik seperti noxal, ampisol atau inequil.